Mengenal Iptu Djama’ari Pahlawan Lumajang Dari Polri

Iptu Djama’ari adalah tokoh Pahlawan Polri yang gugur dalam pertempuran melawan Belanda di Desa Tumpeng Barat Kec. Candipuro Kab. Lumajang yang kemudian di abadikan dengan membuat tugu Perjuangan Polri di tempat gugurnya.

Berawal pada tanggal 7 Oktober 1947, saat itu kekuatan polisi di Lumajang berkurang. Batalyon Polisi Mobile Brigade yang sekarang disebut Brimob di Turen Kabupaten Malang, adalah Batalyon Polisi yang beranggotakan 36 orang dipimpin oleh Iptu Djama’ari untuk diberangkatkan menuju daerah gerilya di Lumajang. Dalam perjalanannya Iptu Jama’ari berhasil membakar semangat rakyat Lumajang sehingga banyak pemuda yang bergabung dalam pasukannya hingga mencapai 56 orang.

Pada tanggal 9 Oktober 1947, pasukan yang dipimpin Iptu Djama’ari kembali kemarkas di Desa Tumpeng kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. beberapa hari di Tumpeng, pasukan Belanda lantas mengetahui keberadaan pasukan polisi yang dipimpin Iptu Jama’ari, sehingga pada tanggal 13 Oktober 1947 terjadilah pertempuran antara pasukan Belanda dengan pasukan Mobile Brigade (Mobrig) di Tumpeng.

Pertempuran yang berlangsung tepatnya di sekitar tugu Perjuangan Polri saat ini tak seimbang dengan pasukan Belanda. Pasukan Belanda yang di bantu oleh pasukan KNIL dan Cakra (pasukan bantuan dari Madura) dengan kekuatan penuh dan didukung kendaraan perang berhasil mengepung posisi pasukan Mobile Brigade. Tetapi para Bhayangkara pejuang dan pengawal Republik Indonesia tidak gentar menghadapi pasukan Belanda yang kekuatan personel dan senjatanya lebih besar.

Pada pertempuran itu tentara belanda yang jauh lebih besar kekuatannya tapi lebih banyak yang tewas dari pada pasukan Iptu Djama’ari. Karena peluru Pasukan Iptu Djama’ari telah habis maka mereka bertahan dengan pedang dan sangkur yang tergenggam ditangan masing-masing. Pertempuran dengan sangkur dan pedang tak dapat dihindarkan lagi. Iptu Djama’ari sempat sendirian melawan 10 tentara Belanda, tapi akhirnya gugur bersama 17 pasukannya.

Iptu Djama’ari gugur setelah dadanya di terjang peluru oleh pasukan Belanda. jasad Iptu Djama’ari langsung dirusak dan dibuang ke Parit dipertigaan Tumpeng. Sekitar 18 orang anggota pasukan Mobrig yang gugur di Tumpeng termasuk Iptu Djama’ari sedangkan 20 orang ditangkap Belanda dan sisanya menyelamatkan diri untuk bergabung dengan para pejuang yang ada di Pasrujambe Kabupaten Lumajang.

Untuk mengenang pertempuran antara Belanda dengan pasukan Polri di bawah pimpinan Iptu Djama’ari maka didirikanlah Tugu Perjuangan Polri yang terletak di Desa Tumpeng Barat Kecamatan Candipuro Lumajang. Monumen ini didirikan/diresmikan pada tanggal 13 Oktober 1956 oleh kepala Polisi Jawa Timur Komisaris Besar Polisi R. Soekarno Djojonagoro.

 

 

Related posts